Ilustrasi berbagi/Istimewa

Jurnalpublik.com – Perjalanan hidup tidak akan selamanya mudah, bahkan cenderung berliku dan penuh aral melintang. Namun hal itulah yang akan mengajarkan kita menjadi lebih bijak menyikapi banyak hal dalam hidup. Kita cenderung akan menemukan kesuksesan hidup itu selalu berpihak pada tipe orang yang memiliki motivasi yang tinggi dan kemampuannya membaca peluang. Sebagaimana yang selalu didengungkan oleh para motivator dalam setiap pelatihan, bahwa dibutuhkan kombinasi kerja keras, bakat dan sedikit keberuntungan untuk bisa sampai pada kesuksesan yang diimpikan semua orang.

Jelas tidak ada yang akan menyangkal pernyataan para motivator ini. Tapi izinkan saya mengusulkan faktor yang sangat penting namun sering diabaikan dan disepelekan. Menurutku kesuksesan itu justru sangat bergantung pada bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain disekitar kita. Setiap kali kita berinteraksi dengan orang lain apakah itu di tempat kerja atau tetangga kita sendiri. Kita memiliki kesempatan untuk membuat pilihan sikap atas keinginan kita kepada orang lain. Seperti sikap kita atas harapan imbalan yang akan kita dapatkan dari orang lain atau tanpa khawatir tentang apa yang kita terima dari orang lain.

Sebagai seorang profesional bahkan saat saya melewati aktifitas sangat tertutup dari pengawalan paramiliter, ternyata secara mental kita pasti memiliki reaksi alamiah untuk cenderung fokus pada diri sendiri, dan berharap dari lubuk hati yang paling dalam agar semua orang akan bermurah hati dalam membagikan waktu, energi, pengetahuan, keterampilan, gagasan, dan koneksi kepada kita. Secara sadar atau tidak kita berharap pada orang lain yang memperlakukan kita seperti itu akan mendapatkan yang sama dengan apa yang mereka berikan bahkan lebih. Menurutku inilah kebenaran dan kemukjizatan sebuah doa yang berawal dari harapan yang terpatri dari jiwa yang paling dalam.

Inilah dasar dimana saya berani mengatakan bahwa sikap berbagi dengan lifestyle untuk mau berbagi tanpa mengharapkan imbalan free inilah yang memainkan peran utama dalam kesuksesan kita disamping kerja keras, bakat, dan keberuntungan. Yang jelas saya membuktikan postulat ini nyata hadir dalam hidup saya selama ini, bahkan saat kebaikan yang ingin kita bagi kadang dicurigai sebagai pamrih atas sesuatu. Whatever faktanya menegaskan bahwa interaksi saling memberi adalah fondasi dasar dari keberhasilan seseorang.

Walau dalam dunia modern saat ini, pemberi diposisikan sebagai yang kurang beruntung dimana mereka membuat orang lain lebih baik dengan mengorbankan keberhasilan mereka sendiri dalam proses itu. Dan saya berani bantah itu dengan fakta justru mereka yang secara konsisten memberi lebih banyak kepada kolega mereka daripada yang mereka dapatkan, akan lebih diterima dan cenderung menjadi pemimpin atas dasar trusted yang disandangkan atasnya tanpa dia sadari.

Pengalaman yang saya alami sendiri saat dipercaya menjadi kepala project voluntary medical for humanity 10 tahun yang lalu. Dimana saat itu para BOD lembaga donor internasional lebih mudah melepas para Expert-Contractman yang cenderung mengejar karir dari pada seorang learner-volunteer seperti saya yang memang hadir kedunia philantropy ini untuk bisa berbagi. Bahkan sampai saat ini saya merasa semua kemudahan yang saya dapatkan itu selalu berawal dari sikap i love to give free ini.

Karena jelas bahwa kerja keras kita dan bahkan bakat atau talenta hebat yang kita miliki tidak akan selalu berbanding lurus dengan keberhasilan kita didunia kerja. Akan selalu ada keberuntungan dan kelapangan yg Allah berikan kepada kita yang pasti ada sebabnya, sehingga menurutku karena secara fitrah kita adalah makhluk sosial yang ingin bahagia dan saat kita terniat untuk membahagiakan orang lain maka dia menjadi penyebab kita akan beruntung dan menang dalam segala kondisi. Kita semua memiliki tujuan untuk pencapaian pribadi kita masing-masing, tapi ingatlah selalu bahwa membuat orang bahagia adalah shortcut untuk sampai pada tujuan kita itu. Bahkan saat kita tidak layak lagi untuk dipercaya . What can i say, just say i love to give free . Thanks God, the best Givers.

Azhari Ardinal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.