Jakarta, Jurnalpublik.com – Kemarin (26/9/2019), tokoh bangsa dari berbagai elemen bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan untuk membahas kondisi kekinian bangsa terutama polemik UU KPK.

Tokoh-tokoh yang hadir terdiri dari ahli hukum, akademisi, cendekiawan, sastrawan, kalangan pengusaha, hingga pelaku seni di tanah air.

Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Quraish Shihab, Emil Salim, Mahfud MD, Arifin Panigoro, Sudhamek, dan Theodore Permadi Rachmat, hingga Christine Hakim dan Butet Kartaradjasa.

Guru Besar Ilmu Hukum, Mahfud MD, menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo ada 3 opsi yang bisa menjadi solusi atas polemik revisi Undang-undang KPK yang baru saja disahkan.

“Khusus KPK ada beberapa opsi. RUU KPK sudah disetujui prosedur konstitusi yang sah tapi masih bermasalah. Kita diskusikan opsi-opsinya,” kata Mahfud MD.

Opsi pertama adalah legislatif review. Yaitu hasil dari revisi UU KPK yang terakhir dibahas kembali lalu diajukan menjadi revisi UU yang berikutnya.

Opsi kedua adalah judicial review, yakni mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terhadap sebagian isi dari revisi UU KPK yang bermasalah maupun seluruhnya.

“Opsi lain itu yang kuat disuarakan lebih bagus mengeluarkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang),” ujar Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, Presiden Joko Widodo sudah menampung ketiga opsi tersebut. “Karena ini kewenangan Presiden kami sepakat presiden sudah tampung dan pada saatnya tentu istana akan menunggu yang sesingkat-singkatnya,” terang Mahfud MD.

Sumber dan foto: CNBC Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.