Yogyakarta, Jurnalpublik.com – Sudah setahun lamanya buku ini mendekam di rak perpustakaan kecil kami. Sesuai dengan judulnya, “Kebangkitan Ekonomi Syariah”, tentu saja ada niat serta wacana khusus yang diusung sang penulis. Berdasarkan judul-judul babnya, buku ini dimaksudkan sebagai pembuka wacana bagi peremajaan pemahaman dari konsep ekonomi syariah. Jika perlu, saya bisa katakan bahwa buku ini cocok didaulat sebagai buku pengantar bagi mata kuliah Ekonomi Syariah atau Perbankan Syariah.

Kesulitan bagi sebuah karya pembuka atau dalam kasus buku ini, karya yang muncul di tengah keabsenan karya-karya serupa lainnya, tentu saja pada skop kajiannya. Edo Segara mencoba untuk menghadirkan semua elemen yang dibutuhkan bagi kajian Ekonomi Syariah. Di dalam buku ini bisa kita temukan pembahasan Ekonomi Syariah secara ontologis, epistemologis dan aksiologis, bahkan hingga hal-hal yang bersifat metodis. Akan tetapi semua hal tersebut, tentu saja dibahas secara tak tuntas yang sepertinya disebabkan oleh keterbatasan waktu atau efisiensi halaman buku (mungkin).

Terlepas dari keterbatasan tersebut, kasus-kasus yang diungkap di dalam buku ini cukup mutakhir dan menampakkan wajah-wajah aktual dari praktik Ekonomi Syariah, khususnya di Indonesia. Hal ini penting dan menarik, mengingat Edo juga pernah menulis buku berjudul, “Awas Riba Terselubung; Praktik Tidak Syar’inya Bank Syariah”. Dengan demikian, kehadiran buku “Kebangkitan Ekonomi Syariah” ini semestinya bisa menjadi penegas dan sekaligus obat bagi posisi Ekonomi Syariah di Indonesia.

Seandainya boleh saya simpulkan secara sederhana dari buku ini, maksud dari praktik Ekonomi syariah itu adalah semacam usaha untuk mencapai keberkahan yang ultimate. Singkatnya, bukan “Yang Syariah, Yang Berkah” namun, “Yang Berkah, Yang Syariah!” Semoga berguna.[]

Andri Azis, Lc.
Kandidat Doktor Filsafat UGM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.