Salah satu relawan BTB DIY, secara simbolis menyerahkan bantuan terpal.

Lombok, Jurnalpublik.com – Bencana alam gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah Lombok di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang berkepanjangan. Dalam hitungan rupiah, diperkirakan kerugian mencapai 5 triliun.

Hingga Rabu (16/8/2018) tercatat 436 orang meninggal dunia akibat gempa yang tersebar di lima kabupaten, sebanyak 1.033 orang luka-luka dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. Lebih dari 270.000 warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Tanggap Bencana, langsung bergerak ke lokasi untuk dengan mendirikan tenda-tenda, menyediakan RS Lapangan, dapur umum, penyediaan air bersih dan trauma healing dari awal kejadian hingga hari ini.

Daerah yang mengalami dampak terparah adalah Kabupaten Lombok Utara. Pasca-terjadinya gempa, kondisi di lokasi terdampak bencana gelap gulita karena aliran listrik dan akses jembatan juga terputus. Listrik sempat hidup, tapi mati lagi karena ada perbaikan.

“Pendirian posko dan pendistribusian bantuan juga terus dilakukan oleh BAZNAS, karena sampai saat ini gempa susulan masih terus dirasakan oleh masyarakat. Beberapa hari ke depan rencananya BAZNAS akan mendirikan pasar darurat dan sekolah darurat. Mohon dukungan dan doanya,” ujar Edo Segara, salah satu tim BAZNAS Tanggap Bencana DIY.

BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta melalui BTB DIY mengerahkan tim untuk membantu penanganan bencana secara langsung ke lokasi sekaligus menyalurkan bantuan yang dititipkan oleh para Donatur kepada mereka para korban yang terdampak. Sampai hari kamis (16/08/2018) tercatat Tim dari BAZNAS ada 20 personel yang berasal dari BTB Pusat, BTB DIY, RSB seluruh daerah secara bergantian.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.