Jakarta, Jurnalpublik.com – Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akhirnya buka suara terkait adanya dugaan mahar politik yang dialamatkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief pada dirinya.

Hal pertama yang dikomentari Sandiaga Uno adalah cuitan Andi Arief yang menurutnya merupakan dinamika yang harus disyukuri.

“Itu dinamika yang harus kita syukuri, sekarang Demokrat sudah bergabung dan kita sama-sama ingin united we stand,” kata Sandiaga di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/8/3018).

Selanjutnya Sandiaga membahas dana kampanye dengan berencana menemui KPK untuk mendiskusikan kejelasan terkait dana kampanye dalam pemilihan umum.

“ke depan harus ada kejelasan dari mana, diskursus harus datang bagaimana membiayai kampanye nasional yang cukup mahal,” lanjut Sandiaga.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward, juga berkomentar terkait mahar politik tersebut.

Friz menjelaskan, Pasal 228 Undang undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur, partai politik dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun terkait pencalonan presiden/wakil presiden.

“Parpol dilarang menerima imbalan apapun dalam proses pencalonan presiden dan wapres. Kalau terbukti menerima berdasarkan putusan pengadilan, parpol tidak boleh mengajukan calon pada periode berikutnya,” tegas Fritz, Kamis (9/8/2018).

Menurut Fritz lagi, pencalonan presiden dan wakil presiden hasil mahar politik parpol tersebut juga bisa dibatalkan.

“Apabila setelah putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terbukti, bahwa seseorang tersebut menyerahkan imbalan kepada partai politik untuk menjadi calon presiden, maka pencalonan tersebut dapat dibatalkan,” kata Fritz.

Sebelumnya, Andi Arief, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, menuturkan perihal mahar politik Sandiaga Uno untuk menjadi calon Wakil Presiden. Menurut Andi Arief ia memperoleh informasi tersebut dari tim kecil Gerindra, yakni Fadli Zon, Sufi Dasco Ahmad dan Prasetyo Hadi.

“Soal Mahar ke PKS dan PAN masing-masing 500 M ini penjelasan Saya: Sekjen Hinca, Waketum Syarief Hasan dan sekrt Majelis tinggi partai Amir Syamaudin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra Fadli zon, Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier 8 Agustus 2018 pk 16.00,” cuit Andi, Sabtu (11/8/2018) melalui akun Twitternya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.