Lombok, Jurnalpublik.com – Gempa yang mengguncang Pulau Lombok sejak Minggu (29/7) dengan 6,4 skala richter (SR) sampai dengan gempa yang lebih besar lagi pada Minggu (5/8) dengan kekuatan 7,0 SR. Ratusan gempa yang meluluhlantakkan Lombok ini tidak menjadikannya sebagai bencana nasional.

“Kami sudah hampir 2 pekan disini, dan kondisi masyarakat masih trauma serta sebagian besar masih bertahan ditenda-tenda pengungsian. Sedangkan status bencana masih daerah belum Nasional” ujar ariflin selaku relawan yang tergabung dalam tim relawan untuk lombok.

Data dari BNPB diketehui bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Minggu (12 agustus 2018) mencapai 392 jiwa.

“Seharusnya pemerintah menetapkan status gempa lombok menjadi bencana Nasional. Karena saya melihat juga dari segi kerusakannya cukup parah” ucap Nyayu koordinator salah satu posko relawan gempa lombok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.