Jurnalpublik.com – Keributan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Korps Brigade Mobil (Brimob) Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) malam.

Rutan tersebut adalah tempat sejumlah napi dan tahanan kasus terorisme dan kasus lain, termasuk mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Saya juga dengar dan saya tadi cek. Pas saya telepon seseorang di Mako Brimob malam ini, di sana terdengar seperti suara tembakan,” kata koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan seperti dilansir oleh Beritasatu.com.

Meskipun demikian, Michdan mengatakan belum ada kepastian tentang apa yang tengah terjadi dan bagaimana eskalasi keributan serta apa yang menjadi penyebab. Namun, sejumlah tahanan teroris yang pernah dibelanya sedang berada di sana.

Dankor Brimob Irjen Rudy Sufahriadi belum merespons saat dikonfirmasi. Begitu pula sejumlah petinggi Polri lain.

Salah seorang anggota Brimob yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “situasi sedang tegang. Yang rusuh di Rutan blok teroris. Ada anggota kita dalam keadaan berbahaya. Ada tahanan yang luka-luka. Sedang diisolir.”

Kerusuhan di Mako Brimob pernah terjadi pada November tahun lalu. Saat itu kerusuhan bermula setelah salat Jumat, ketika tahanan teroris dimasukkan ke sel masing-masing dan diperiksa anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Seorang tahanan tidak terima diperiksa, lantas mengucapkan kata-kata provokatif kepada petugas Tim Densus 88.

Aksi provokatif tahanan kasus terorisme itu memancing petugas dan tahanan lain sehingga timbul keributan.

Dari hasil penggeledahan, Densus 88 saat itu menyita empat unit telepon seluler dari tahanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.