Tim BAZNAS ikut melakukan pencarian korban

Brebes, Jurnalpublik.com – Badan Search And Rescue Nasional (BASARNAS), POLRI, TNI dan 500-an relawan tim SAR lainnya menghentikan pencarian korban longsor di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes (28/2/2018) setelah tujuh hari melakukan operasi pencarian.

“Sesuai prosedur, pencarian dihentikan setelah tujuh hari operasi pencarian digelar. Mengingat efisiensi dan efektifitas dari proses identifikasi lokasi korban yang masih tertimbun semakin sulit dengan area yang sangat luas, jadi pencarian kami hentikan,” ujar Kepala Basarnas Jateng, Noer Isrodin Muchlisin, dalam siaran pers yang diterima jurnalpublik.com, Rabu (28/2).

Isrodin mengatakan, pertimbangan lain operasi pencarian korban longsor Brebes dihentikan dikarenakan lokasi pencarian yang rawan terjadi longsor susulan. Mengingat tanah yang labil karena hujan deras yang turun setiap sore harinya.

“Semua tim sudah bekerja dengan maksimal, melakukan pencarian di seluruh sektor yang teridentifikasi. Pihak keluarga korban juga sudah mengikhlaskan, maka dengan ini proses pencarian resmi kami tutup,” ungkap Isrodin.

Dengan ditutupnya operasi pencarian itu, maka berdasarkan data yang ada jumlah korban bencana longsor di Brebes, Jateng menewaskan 12 orang dan tujuh dinyatakan hilang. Tujuh orang tersebut yakni, Marsui (64), Suwirso (55), Wastim Wahyu (48), Darsip (55), Sujono (57), Rustam Rusyadi, dan Haryanto. Sementara, 18 korban lainnya dinyatakan selamat.

BAZNAS Ikut Operasi Pencarian dan Dirikan Dapur Air

Unit tanggap bencana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), bersama tim relawan lainnya ikut membantu operasi pencarian korban selama tujuh hari. Jumlah tim ini terdiri dari tujuh orang, yang terdiri dari tiga dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Pusat dan empat berasal dari BTB Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim BAZNAS dipimpin oleh Deden, staff Respon BTB Pusat. Tim ini dibagi menjadi dua pekerjaan, satu tim mendirikan dan menjaga dapur air dan satu tim lagi untuk ikut operasi pencarian korban longsor.

Deden, Ketua tim dari BAZNAS mengatakan, “dapur air sengaja dipilih untuk program selama di Brebes karena kami juga ingin menyediakan minum untuk para relawan yang sudah bekerja selama seharian di lapangan. Sisanya, tim yang berjumlah lima orang ikut dalam operasi pencarian korban,” ungkapnya.

Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes Jawa Tengah itu terjadi kamis (22/2/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Longsoran dari Gunung Lio itu menimbun warga yang tengah beraktivitas baik di jalan maupun yang sedang bekerja di sawah yang ada di bawahnya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.