Orasi Arah Baru Indonesia dalam agenda Mukernas KA KAMMI

Jakarta, Jurnalpublik.com – Hasil survei elektabiltas Anis Matta tertinggi diantara bacapres PKS lainnya. “surprise!”

Memang cuma di angka 1,5%, tapi hasil ini sangat surprise karena :

Pertama, saat ini Anis Matta tidak memiliki jabatan publik atau jabatan politik strategis yang menjadi sarana Anis Matta dikenal publik

Kedua, kiprah Anis Matta di PKS kiprah internal yang tidak punya akses ke publik

Ketiga, Anis Matta juga jarang muncul dalam event-event publik.

Keempat, kemunculan Anis Matta di depan kader PKS juga terbatas dan dibatasi untuk kepentingan penokohan pimpinan PKS yang saat ini.

Lalu apa yang menjelaskan elektabilitas Anis Matta bisa diatas bacapres PKS lainnya?

Pertama, content, value dan narasi yang dimiliki Anis Matta cukup menarik dan bernas. Anis Matta piawai dalam orasi. Anis Matta dapat menyampaikan ide dan narasi dengan bahasa orasi verbal yang lugas, inspiratif dan memotivasi serta mampu menciptakan histeria. Bukan hanya itu, Anis Matta juga piawai menulis, ada beberapa buku yang menjadi rujukan dan inspirasi banyak orang: Buku Serial Cinta, Kolom Ayah, Serial Kepahlawanan, 8 mata air kecemerlangan dan buku terakhir yang ditulis adalah gelombang ketiga.

Buku terakhir inilah yang kemudian menjadi rujukan awal dalam menyusun narasi Arah Baru Indonesia. Narasi tulisan dan Pidato Anis Matta juga banyak terinspirasi dan merujuk kepada Al Quran, Hadits dan Siroh, sehingga dalam narasi Anis Matta kuat mengikat hati dan akal. Inilah kekuatan utama yang dimiliki Anis Matta, mengutip kata-kata Fahri Hamzah  : “Anis Matta yang bisa memimpin bangsa ini, Anis Matta orang yang lengkap kapasitasnya untuk memimpin negeri ini.”

Kedua, tim yang kuat, solid, loyal dan produktif. Sebenarnya bukan tim, tetapi lebih pada relawan yang setuju dengan ide dan narasi Anis Matta. Mereka terbentuk sebagai tim dengan sendirinya, bukan karena taklimat/perintah, bukan karena logistik juga bukan karena figuritas an sich. Figuritas terhadap Anis Matta lebih pada ide dan narasi yang dibawa Anis Matta, karena dalam interaksi relawan dengan Anis Matta tidak sedikit relawan yang mengkritisi Anis Matta dalam banyak hal, dari  mulai style pakaian, content sampai juga gaya komunikasi. Anis Matta santai menerika kritikan dan menyambut dengan responsif tanpa baper.

Ketiga, pergaulan yang luas dari semua kalangan dan mampu mewarnai (shibghah) dalam interaksi sosial. Memiliki ide dan narasi yang kuat diiringi dengan kemampuan komunikasi persuasif membuat Anis Matta piawai dalam melakukan persuasi dan negosiasi politik. Koalisi Merah Putih adalah salah satu bukti kepiawaian Anis Matta dalam persuasi dan negosiasi politik.

Keempat, cinta-kerja-harmoni, tiga kata yang menjadi landasan eksekusi kerja semua relawan dan tim yang terbentuk. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan relawan atau tim, ada pertanyaan Anis Matta yang selalu diulang ditanyakan kepada relawan dan tim : “Silakan tanya ke diri antum masing-masing, apakah kontribusi terbaik antum sekarang untuk dakwah yang kelak antum bisa pertanggung-jawabkan dihadapan Allah SWT? karena pada akhirnya Kita akan menghadap Allah SWT sendiri-sendiri dan akan mempertanggung-jawabkan dihadapan Allah SWT sendiri-sendiri”.

Pertanyaan ini adalah pertanyaan kontemplatif dari Anis Matta kepada relawan dan tim yang ada tentang meluruskan niat dan motif, jangan sampai ada niat dan motif lain selain “ilallah”.
Cinta pada Allah dan dakwah ini yang memicu kerja dan harmonisasi dalam kerja. Oleh sebab itu tanpa perintah,tanpa program turunan, tanpa suplay logistik, baliho, spanduk dan billboard Anis Matta Capres 2019 terpasang di lebih dari 25 Provinsi dan di lokasi-lokasi strategis seperti di jalan protokol, persimpangan jalan besar dan sekitar pasar/mall dan bandara. Ada histeria baru.

Kelima, bekerja dalam diam. Silent Majority di internal PKS ternyata setuju Anis Matta capres PKS. Situasi tegang dan baper selama ini ternyata membuat Silent Majority internal PKS marasa butuh sosok Anis Matta  tampil kembali dan menjadi capres 2019 dari PKS. Silent Majority PKS diam-diam bekerja dan berinteraksi dengan publik untuk sosialisasi Anis Matta. Silent Majority melakukan konsolidasi sendiri-sendiri untuk memenangkan PKS dan Capres Anis Matta melalui struktural atau kultural.

Keenam, Orientasi keluar bukan ke dalam. Anis Matta lebih berorientasi keluar untuk menaikkan kembali elektabilitas dan posisi tawar PKS di depan publik, elit politik dan calon mitra koalisi. Anis Matta menyampaikan bahwa Presiden RI 2019 sudah tercatat di Lauh Mahfudz, dan hanya Allah SWT yang tahu nama siapa yang tercatat disitu, tugas manusia hanyalah ikhtiar seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan-tujuan dakwah partai. Pada akhirnya dalam kalkulasi politik, banyak faktor yang menjadi variabel dalam proses pengambilan keputusan. Anis Matta pernah menyampaikan bahwa kalau Allah SWT ingin memberikan kemenangan, maka Allah SWT juga akan menciptakan sebab-sebabnya, dan sebab-sebab itu sudah terlihat saat ini, dan dengan suara tegas dan yakin Insha Allah ini saatnya. Publik dan rakyat pemilih adalah variabel yang lebih utama disentuh dan di sosialisasi dengan berbagai pendekatan dan kreatifitas. Relawan harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi dan mengarahkan publik dan rakyat pemilih untuk memilih PKS dan Anis Matta.

Ketujuh, jejaring multi-ekspansif. Dukungan luas dari berbagai usia, etnis, suku, agama dan latar belakang sosial-ekonomi harus dimulai dengan membangun jejaring berbagai macam latar belakang yang kemudian bekerja ekspansif ke semua titik-titik teritorial mengkampanyekan Arah Baru Indonesia.

Kedelapan, Relevan dan Integrasi. Semua sumberdaya yang sudah dimiliki dan akan dimiliki semuanya harus relevan dengan situasi yang ada dan swling melengkapi.

Jadi hasil survei dimana Anis Matta punya elektabilitas teratas dari bacapres PKS lainnya, masuk 10 besar elektabilitas capres RI dan menjadi capres  dengan elektabilitas teratas dari kalangan politisi berbasis Islam bukanlah sim salabim abrakadabra. Itu adalah hasil  kerja-kerja produktif dan massif tanpa panggung politik, tanpa hingar-bingar pencitraan dan tepuk-tangan serta puja-puji.

Tapi ini baru awal, masih banyak PR yang harus diselesaikan dengan kerja-kerja terencana, terukur, produktif, massif dan lapangan. Anis Matta siap memimpin Arah Baru Indonesia. Allahu Akbar wa lillahilhamd.

Irfanenjo
Relawan MATTA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.